Translate this post ...

... Include the source if you want to post back in this article ... ... Happy reading and hopefully useful ... ^_^

Saturday, April 30, 2016

Perempuan Pengendara Sepeda Motor (PPSM)

Ya, aku seorang perempuan. Pada tanggal 1 Agustus nanti, usiaku genap 24 tahun. Sejak dibelikan sepeda motor oleh ayahku (lima tahun yang lalu), tentu terjadi perubahan dalam hidupku (bayangkan saja dari semula pejalan kaki dan pengguna angkutan umum, menjadi pengendara motor). Bukan tanpa tujuan ayah membelikanku sepeda motor (oia, motornya matic merk Honda Vario Techno). Sepeda motor ini dibeli dengan tujuan 'hemat' (irit biaya daripada harus naik angkutan umum terus-menerus, serta memudahkan mobilitas (perpindahan) haha kan lebih gesit dibanding jalan kaki (kalau setuju berarti kita senasib).

Ah sudahlah, sebenarnya bukan itu inti tulisan ini. Panjang cerita jika dimulai dari kisah pertama kali (angggap saja di atas itu adalah bagian pembukaan cerita..ya, sudah lima tahun juga kan). Oke, langsung ke pokoknya.

...sebagai seorang PPSM (Perempuan Pengendara Sepeda Motor), berikut beberapa hal yang saya (kita ganti kata aku ke saya biar greget ya..) temukan saat berkendara (temuan yang hebat dan dahsyat).

And I want to TALK you... this

Tali Helm 
Asap Knalpot
Lampu Sein
Kaca Spion

Jadi, cukup TALK empat hal itu saja saat ini (ada kemungkinan ditambah).

Bismillah...
..,mari baca dengan baik ketikkan saya berikut ini:



Pertama, Tali Helm.

Bukan soal mana yang lebih dulu dibahas dan itulah yang terpenting (karena semua bahasan saya penting menurut saya). Hanya saja, karena saat menulis ini saya menemukan singkatan TALK untuk mewakili keempat bahasan dan ini bukanlah iklan bedak Salicyl Talk (tiba-tiba keinget bedak ini..entah kenapa).

Langsung saja, "Pasanglah tali helm saat mengenakan helm!" Itulah kata-kata yang sebenarnya kesal melihat orang lain tidak memasang tali helmnya. Sedangkan yang memasang tali helm saja, ada kemungkinan juga helm terlepas dari kepalanya jika terjadi kecelakaan. Saya mengenakan helm bukan semata-mata karena takut ditilang bapak polisi, tetapi lebih ke melindungi kepala saya. Pembaca mau tau bahayanya? Coba saja tonton di youtube video-video kecelakaan pengendara motor yang tidak mengenakan atau mengenakan helm (semoga ketemu videonya). Setidaknya helm ini melindungi kepala dari benturan, daripada tidak sama sekali dan lebih baik lagi talinya dipasang. Atau barangkali kepala kita lebih keras daripada aspal?

Beberapa orang yang tidak memasang Tali Helm mengatakan bahwa dia malas memasang tali helmnya. Nah! Apakah pembaca juga salah satunya?

Pesan:
  1. Pasanglah Tali Helm saat menggunakan helm.
  2. Jika merasa malas, coba buat sadar akan pentingnya (atau perlu sadar akan bahayanya setelah menonton video kecelakaan di youtube?); dan
  3. Pastikan tali terpasang dengan baik. Menurut saya ini mengurangi kemungkinan helm terlepas dari kepala dan tidak ditilang bapak polisi. Selebihnya manfaat helm silakan searching google.
Kesan:

Ternyata, rasa malas itu berbahaya dan membahayakan!




Kedua, Asap Knalpot.

Bicara soal 'asap knalpot', saya tipe orang yang 'tidak suka' dengan baunya (atau mungkin di sini ada pembaca suka dengan baunya?). Tapi, jika 'asap sate', saya suka (tak perlu dijelaskan karena tidak ada yang bertanya kenapa suka).

Jadi, ketika saya mengendarai motor, di depan ada pengendara lain (sepeda motor juga) yang bunyi knalpot-nya keras (atau mungkin tu knalpot kurang makan sayur) dan tak hanya keras bunyinya, tapi juga mengeluarkan bau yang tidak sedap (kalau mie sedap jelas sedap karena bumbunya enak 'maaf sedikit curcol' dan tentu bau asap knalpot sudah pada tau).

Sama seperti asap fogging. Saya kesal, dan dalam hati berkata "cubolah knalpotnyo tu maadok ka mukonyo bia dicubonyo rasonyo baa, motor lai gagah, tapi barasok!" (terdeteksi bahasa minang), artinya: "Coba lah knalpotnya itu menghadap ke wajahnya, biar dicobanya rasanya seperti apa, motornya ada bagus, tapi berasap".

Intinya, saya kesal dengan sepeda motor yang saya temui. Motornya keren, tapi asapnya juga keren (keren ngalahin asap api unggun dan baunya wah..). Saya jadi bertanya kenapa bisa mengeluarkan asap seperti itu? ..ternyata menurut beberapa sumber beberapa di antaranya karena mesinnya bukan 4 tak (mesin lama mungkin), atau karena tidak dipanasi (tidak dipanasi biar manasin orang mungkin), atau karena sudah rusak (wah motor besar tapi asapan, mau nge-rokok tuh motor?).

Pesan:
  1. Kepada pengendara motor yang asapnya mengganggu pengendara lain, sebisa mungkin kurangilah asapnya. Entah diperbaiki knalpotnya atau bagaimana (karena saya tidak tau pasti itu kenapa), supaya tidak membuat kesal sesama pengguna jalan; dan
  2. Kepada pengendara motor yang terkena asap atau calon ter-asap, gunakanlah masker motor untuk mengurangi asap terhirup langsung (belilah masker jika belum memilikinya).
Kesan:
  1. Membuat kesal saya sebagai korban; dan
  2. Menyadarkan arti pentingnya mengenakan masker motor.
  3.  
     
Ketiga, Lampu Sein.

Lampu Sein, menurut saya penting digunakan. Mungkin, semua bisa berkata seperti itu. Tapi, beberapa kadang menerapkannya dan tidak semua juga peka. Tapi, lebih menyedihkan lagi ketika seseorang di depan saya salah menghidupkan lampu sein. Ceritanya dia ingin berbelok kiri, tapi lampu sein yang nyala sebelah kanan. Ada juga sebaliknya. Entah itu karena salah tekan, atau karena wanita ingin dimengerti (yah.. seingat saya ketika itu seorang perempuan yang mengendarai motor di depan saya).

Jadi, gunakanlah Lampu Sein itu dengan benar. Sadar jugalah akan pentingnya, karena itu menjadi tanda seseorang akan pindah dari posisinya (entah kiri atau kanan tergantung pilihan lampu yang dihidupkan). Tapi berhati-hatilah dengan lampu yang salah (hidupin ke kiri, tapi belok ke kanan atau sebaliknya). Memang kesalahan manusialah sumbernya karena punya kekurangan, dan kesempurnaan milik Allah SWT. Tapi, ada juga yang sudah menggunakan dengan benar, hanya saja pengguna jalan lain tidak memperhatikan. Cobalah sedikit beri perhatian pada Lampu Sein pengendara di depan kita ya pembaca.

Pesan:
  1. Gunakanlah Lampu Sein dengan baik dan benar.
  2. Perhatikan Lampu Sein pengendara lain yang ada di depan (karena itu tanda-tanda dia akan menikung 'bukan ditikung teman sendiri ceritanya') dan jaga jarak iring agar tidak kaget jika ada pengendara lain berbelok.
Kesan:
  1. Ternyata, Lampu Sein tidak selamanya digunakan dengan baik dan benar.
  2. Lampu Sein juga butuh perhatian (R-BO).

Keempat, Kaca Spion.

Kaca Spion itu sangat penting untuk saya sebagai seorang pengendara motor. Terlepas dari saya berjenis kelamin perempuan, karena saya pikir 'Kaca Spion kiri dan kanan' itu dibuat bukan karena gaya-gayaan, tapi ada tupoksi-nya.

Jadi, saya heran ..Kenapa 'ada' pengendara motor yang hanya memasang Kaca Spion kanan? (setau saya kalau beli motor, sudah diberi sepasang kaca spion). Beberapa orang yang saya kenal menjawab: kanan saja cukup, dan yang kanan lebih sering digunakan. Lalu, apakah semua orang punya jawaban yang kembar? Tentu tidak. Nah! ..untuk pembaca, satu pertanyaan tanpa hadiah:

Untuk apa Kaca Spion diciptakan berpasangan?

Kalau versi iklan di televisi, saya dengar dan ingat 'kurang lebih' begini: "Semua yang diciptakan berpasangan adalah jodoh".

Saya kira..mereka diciptakan untuk ..saling melengkapi.

Sedih dan juga kesal, terutama ketika saya menemukan pengendara motor yang tidak punya kedua-duanya (kaca spion kiri dan kanan). Nah, di sini letak pentingnya kata-kata berikut:

'Hati-Hati! Jaga Jarak'
'Jaga Jarak Aman',
'Jaga Jarak Iring',
atau versi saya
'Bukan Muhrim! Jaga Jarak!'

Bagaimana tidak? Pada saat itu, si pengendara di depan saya seenaknya saja (ya, begitulah tipe manusia) berbelok tanpa rambu-rambu seperti yang saya ceritakan pada bagian ketiga. Seolah jiwa keperempuanan ini diuji, yang katanya kan perempuan perasa, jadi mainlah rasa di situ (dalam hati, rasa-rasa mau berbelok nih orang). Nah! Jaga jarak memang perlu, tapi rasa juga perlu. Tentu sebelum tau orang itu akan berbelok, ada gelagat yang bisa dibaca/dirasa. Menurut saya, dengan adanya Kaca Spion, sebelum berbelok kita bisa melihat terlebih dahulu ada/tidaknya pengendara lain (supaya tidak menabrak maupun ditabrak). Tentu saja, jika hendak berbelok (entah kiri atau kanan) gunakanlah Lampu Sein.

Bicara soal Kaca Spion, ada juga yang membelokkan kaca itu supaya bisa si pengendara bercermin sewaktu mengendarai motornya. Jadi, Kaca Spion kanan menjadi tempat untuk berkaca sembari berkendara. Apakah pembaca pernah melakukan hal yang sama?

Pesan:
  1. Gunakanlah Kaca Spion kiri dan kanan demi keselamatan bersama (entah itu bersama pasangan atau sesama pengendara motor bahkan sesama pengguna jalan). Jangan lupa untuk dipasang dengan benar.
  2. Jangan keenakan melirik Kaca Spion sendiri (seperti untuk bercermin melihat pesona diri) ketika sedang mengendarai motor. Itu bahaya!
Kesan:

  1. Kaca Spion kiri dan kanan itu sangat membantu saya saat berkendara, karena tidak perlu susah-susah lihat kiri/kanan/memutar kepala ke belakang.
  2. Ternyata, Kaca Spion bisa jadi tempat mangamek (minangnya ini, artinya silakan cari google), bercermin/berhias diri.




Catatan Penting:
Untuk kata yang bergaris miring, atau bahasa yang kurang dimengerti..silakan pembaca searching google untuk mencari tau di sumber lain dan terpercaya (karena mungkin google lebih mengerti keinginan pembaca). Haha. Jadi keinget iklan yang apa-apa nanya ke google. *Maaf buat yang gak tau iklannya, silakan tonton iklan di televisi sekarang juga.

Terlepas dari TALK itu semua, pertama kali dibelikan sepeda motor ayah mengajarkan saya untuk membaca doa sebelum bepergian/keluar rumah dan sampai saat ini saya terbiasa.

“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah”

Friday, September 18, 2015

Insomnia

Bicara tentang Insomnia..

Apa itu Insomnia?

Menurut keterangan tertulis di situs https://id.wikipedia.org/wiki/Insomnia, "Insomnia adalah gejala[2] kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu." Sulit untuk tidur, yah sepertinya "seperti itu".

Trus apa penyebabnya?

"Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah," berdasarkan sumber itu lagi.

Sepertinya memang begitulah defenisi dan penyebabnya. Saya biasanya sulit tidur karena begitu asyik dengan social media. Jika 1 (satu) hari saja tidak berselancar di dunia maya, rasanya ada yang kurang.

Lalu bagaimana dengan kamu?

...seperti itu kah?

Monday, September 3, 2012

MITOS DAERAH KOLANG
Gambar 1. Kawasan kompleks Kolang
(gambar diambil di atas gedung Rusunawa UNP Padang kawasan Patenggangan).

Kolang adalah daerah yang dipercaya oleh masyarakat atau tuah-tuah air tawar yang diyakini bahwa di Kolang itu adalah tempat pertemuan air laut dan air darat, rawa yang dalam. Orang tua-tua mengatakan kalau itu tempat sakti kadang-kadang orang melihat ikan dan ikan "limbek putiah", jika terkejut melihat ikan "limbek putiah" itu, orang bisa demam. Daerah Kolang itu airnya terkadang asin dan orang bisa menangkap ikan dengan berperahu di sana. Kini tempat itu hanya ditumbuhi oleh pohon nipah. Dahulu tempat itu banyak ditemukan burung bangau kuntul, namun karena tempat tersebut sudah dibuat sungai oleh "eskavator" maka terhalang burung itu dan mereka menghindar mencari tempat tinggal baru dan kini hanya burung bangau hitam yang ada di tempat tersebut. Lokasi ini kira-kira berjarak seratus meter dari lokasi rumah saya. Jadi, tempat ini sudah menjadi mitos bagi masyarakat daerah monang harka patenggangan. Pada saat sekarang daerah ini karena semakin pesatnya masyarakat yang tinggal di daerah ini dan penduduknya sudah mulai ramai (lihat gambar 1), jadi daerah kolang itu tidak begitu diakui. Namun, mitos tersebut masih ada, daerah Kolang namanya. Daerah patenggangan "pasia" parupuak orang-orang nelayan mengetahui daerah Kolang ini. Dulu banyak orang mencari ikan dengan sampan di daerah itu.

Sumber Gambar 2. Prt Scr SysRq oleh Google Maps

Tuesday, January 31, 2012

New 2012 Sistem Struktur Sosial Indonesia

Indonesia adalah negara:
  • majemuk: suku, agama, ras, bahasa
  • archipulago [kepulauan]
  • banyak korupsi, berhutang, bencana
  • letak strategis [antara 2 benua dan 2 samudera]
  • negara yang lama dijajah [sekitar 350th]
  • termasuk negara berpenduduk terbanyak
  • mayoritas islam
  • hutan tropis terbesar
  • hewan langkanya di hutan [orang utan]
SISTEM
Himpunan bagian-bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satu kesatuan.

Sistem umumnya bersifat dinamis [cenderung berubah]

Sistem merupakan

Metode atau cara, contoh: sistem pernapasan
Kumpulan himpunan, contoh: sistem tata surya
Gagasan atau Ide, contoh: sistem birokrasi
Skema, contoh: sistem rantai makanan

SISTEM - Himpunan [bagian, unit, elemen, unsur] berhubungan - satu keseluruhan.

Gambarannya "sistem saling terkait"
*Bila salah satu sistem tubuh bermasalah maka sistem tubuh lainnya ikut terganggu"
contoh SISTEM:
Anak KOS, punya kamar sendiri "ia membuat sistem di kamarnya seperti {dilarang duduk di kasurnya}.

STRUKTUR
Susunan atau konstruksi

contoh STRUKTUR:

  • jembatan strukturnya besi, semen, batu, dll
  • masyarakat strukturnya lembaga, dll
  • ruangan kampus strukturnya laki-laki, perempuan, kelompok kanan dan kiri, dosen dan mahasiswa
  • keluarga strukturnya ibu, anak, bapak
  • kamar kos strukturnya pemilik kos dan tamu
  • tubuh strukturnya tulang, daging, darah, dll
  • sukubangsa minang strukturnya nagari, sasuku/saparuik, dll
SISTEM SOSIAL
Himpunan dari unit-unit unsur sosial yang berkaitan dan membentuk kesatuan.

Menurut:
  • Radcliffe Brown: sebuah rangkaian kompleks dari relasi sosial yang berwujud dalam suatu masyarakat yang meliputi relasi sosial diantara para individu dan perbedaan individu serta kelas sosial menurut peranan sosial.
  • Raymond Firth: merupakan alat analisis untuk memahami tingkah laku manusia dalam kehidupan sosial.
  • Evant Firtcard: relasi-relasi yang tetap yang menyatukan kelompok sosial dalam satuan yang lebih luas.
  • Soerdjono Soekanto: jalinan unsur-unsur sosial yang pokok [kelompok sosial, kebudayaan, lembaga sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan dan wewenang].
catatan:
referensi dari perkuliahan ^_^


Saturday, January 28, 2012

KIM

Apakah rekan-rekan sudah mengetahui permainan KIM? Permainan KIM adalah permainan khas Minang Sumatera Barat, sama dengan permainan Bingo, di mana peserta memegang kartu bernomor. Uniknya, nomor-nomor yang muncul disampaikan dengan nyanyian atau dendang joged Melayu yang meriah dan dengan pantun-pantun yang lucu dan unik. Bagaimana cara memainkan KIM ini? Perhatikan pada gambar kupon KIM berikut ini:
Permainan KIM ini bertahap dengan: Diberikan kupon kertas yang berbeda-beda warna (merah muda, kuning, hijau, biru dan putih) Masing-masing kertas terdapat sekumpulan nomor acak dari nomor 1-90(peserta mendapat nomor berbeda-beda pada tiap kertas) Pada saat permainan berlangsung pemimpin permainan akan mendendangkan lagu sambil menyebutkan nomor yang telah diacak (peserta harus jeli mendengarkan pemimpin permainan ketika menyebutkan nomor yang keluar dan langsung dicoret pada kupon kertas tadi) Lihat pada gambar di atas baris pertama 5 nomor sudah dicoret berarti rekan-rekan sudah menjadi pemenangnya (pemenang bergegaslah untuk memperlihatkan kupon tersebut pada pemimpin permainan) Selamat untuk pemenang dan bawa pulanglah hadiah untuk rekan-rekan yang telah disediakan.
catatan: Perhatikan pemimpin permainan dan ikuti aturan permainan. Jika ada pertanyaan komentar di sini. ^_^

Baca juga: tulisan lainnya...

Monday, December 19, 2011

BERIKUT INI CONTOH SOAL UAS BERDASARKAN MATERI KULIAH

BERIKUT INI CONTOH SOAL UAS BERDASARKAN MATERI KULIAH

Contoh soal UAS Materi Pengantar Sosiologi:

#Jelaskan hubungan stratifikasi sosial dengan mobilitas sosial# (Penjelasan diikutsertakan dengan contoh)

#Jelaskan konsep di bawah ini#

-KEKUASAAN dan WEWENANG
-MOBILITAS SOSIAL
-STATUS dan PERAN
-PENGENDALIAN SOSIAL

#Sebutkan perubahan yang menuju pada proses

-kemajuan
-kemunduran

#Sebutkan dan jelaskan 5 ukuran sosiologi tentang MASALAH SOSIAL#

Contoh soal UAS Pengantar Antropologi:

#Jelaskan apa yang dimaksud dengan Asimilasi dan Akulturasi serta berikan contoh masing-masing!#

#Jelaskan pengertian dari:#Dan berikan contohnya masing-masing!#

-SUKU BANGSA
-STEREOTIPE
-DAERAH KEBUDAYAAN

PETUNJUK MENJAWAB SOAL:

Menjelaskan "KONSEP" terdiri atas defenisi/pengertian, ciri-ciri, bentuk dan klasifikasi

SEMOGA BERMANFAAT :) MAAF BILA TIDAK DISERTAI JAWABAN KARENA PENULIS SEDANG BANYAK KERJAAN :D

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Baca juga: Materi Sistem Struktur Sosial Masyarakat Indonesia

MATERI PENGANTAR SOSIOLOGI

BERIKUT INI HASIL RANGKUMAN YANG SAYA BUAT BERDASARKAN SILABUS PENGANTAR SOSIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI PADANG (UNP)SEMESTER GANJIL 2011:

Konsep, sifat, dasar dan unsur STRATIFIKASI SOSIAL

KONSEP (defenisi=arti, ciri-ciri, bentuk, klasifikasi)

Pengertian/defenisi:
• perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat
• pembedaan manusia secara vertikal-ELITE
• pelapisan social-bertingkat, hirarki
• pengkelasan / penggolongan / pembagian masyarakat secara vertikal atau atas bawah. Contohnya seperti struktur organisasi perusahaan di mana direktur berada pada strata / tingkatan yang jauh lebih tinggi daripada struktur mandor atau supervisor di perusahaan tersebut.

Hakekat:
tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak-hak dan kewajiban-kewajiban.

Bentuk:
• Ekonomi
• Usia
• Status social
• Politik

Contoh:
Struktur organisasi perusahaan di mana direktur berada pada strata / tingkatan yang jauh lebih tinggi daripada struktur mandor atau supervisor di perusahaan tersebut.

SIFAT

1.BERSIFAT TERTUTUP (CLOSED STRATIFICATION) tidak bisa pindah ke status lain
Yaitu membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain, baik gerak ke atas maupun gerak kebawah, bila akan menjadi anggota biasanya berdasarkan kelahiran (contoh : Kasta dalam agama Hindu, Sistem Feodal, Sistem Rasial)

2. BERSIFAT TERBUKA (OPEN STRATIFICATION) bisa pindah ke status lain
Yaitu setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan , atau bagi mereka yang tidak beruntung untuk jatuh dari lapisan atas ke lapisan bawahnya.

DASAR

Ada sesuatu yang dihargai:

Kekayaan Kekuasaan Pendidikan Kehormatan Kebangsawanan
-Uang -Jabatan: -Jenjang pendidikan: -Gelar: -Dt (Datuak)
-Istana Camat, Prof, Dr, Dekan Hj. H. -St (Sutan) -Bagindo

Bibit yang menumbuhkan stratifikasi yaitu barang yang dihargai misalnya: Uang, Harta benda, Tanah, Kekuasaan, Ilmu Pengetahuan.


Dasar stratifikasi:
Ekonomi/Kekayaan, Kekuasaan, Kehormatan, Ilmu pengetahuan

UNSUR

1.Kedudukan (Status)
Yaitu kedudukan sebagai tempat/posisi seseorang dalam suatu kelompok social

2.Peranan (Role)
Yaitu Peranan merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan.

Konsep KELAS SOSIAL dan MOBILITAS SOSIAL
Dasar terbentuknya kelas sosial
Bentuk-bentuk mobilitas sosial

KONSEP

Pengertian KELAS SOSIAL:
o Sekelompok/semua orang yang sadar akan kedudukannya salam suatu lapisan yang sama.
o pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang berbeda sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang sama, dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Pengertian MOBILITAS SOSIAL:
Perpindahan strata sosial orang/kelompok.

Faktor terbentuknya mobilitas sosial:
• Status sosial
• Keadaan politik
• Kondisi ekonomi
• Agama

Macam-macam mobilitas:
1. Horisontal
perubahan kedudukan atau posisi pada strata yang sama. Contoh: mutasi jabatan yang sama ditempat berbeda.
2. Vertikal
perubahan kedudukan atau status dari strata satu kestrata yang lebih tinggi atau rendah

Saluran mobilitas: ekonomi, pendidikan, keragaman, politik, militer.

DASAR TERBENTUK KELAS SOSIAL

 Kekayaan
 Kekuasaan
 Kehormatan
 Ilmu Pengetahuan

BENTUK-BENTUK MOBILITAS SOSIAL

1. Mobilitas Vertikal
pepindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok warga pada lapisan sosial yang berbeda.

Mobilitas Vertikal naik memiliki dua bentuk ,yaitu sebagai berikut:

• Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi, dimana status itu telah tersedia. Misalnya:seorang camat diangkat menjadi bupati.
• Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi dari pada lapisan sosial yang sudah ada.

Mobilitas Vertikal turun juga mempunyai dua bentuk sebagai berikut.

• Turunnya kedudukan seseorang kedudukan lebih rendah ,Misalnya, seseorang prajurit yang dipecat karena melakukan desersi.
• Tidak dihargai lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas,misalnya , seorang yang menjabat direktur bank,karena bank yang dipimpinya bermasalah maka ia diturunkan menjadi staf direksi.

2. Mobilitas Horizontal
perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan.

Ciri utama mobilitas horizontal adalah lapisan sosial yang ditempati tidak mengalami perubahan .Contohnya,tindakan mengevakuasi penduduk yang tertimpa bencana alam ke daerah lain.

3. Mobilitas Antargenerasi
perpindahan antara dua generasi atau lebih.

 Mobilitas Intergenerasi (perbedaan status yang dicapai seseorang dengan status orang tuanya)
perpindahan status sosial yang terjadi di antara beberapa generasi.
Contoh: anak tukang sepatu berhasil menjadi insinyur atau anak menteri yang menjadi pedagang kaki lima.

 Mobilitas Intragenerasi (dialami seseorang dalam masa hidupnya)
perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama.
Contoh: status asisten dosen menjadi guru besar atau dari perwira pertama menjadi perwira tinggi.

Konsep STATUS dan PERAN
Ukuran dan jenis status
Istilah terkait dengan ststus dan peran (simbol status, multi status, konflik status, marginal status)

KONSEP

STATUS
• Tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok social.
• Aspek statis (tetap/tidak berubah)
• Factor status: motivasi

PERAN
• Aspek dinamis kehidupan (bisa berubah)/satuan keteraturan perilaku yang diharapkan dari individu

Status dan Peran tidak dapat dipisahkan karna selalu beriringan.
Contoh: selama masih dalam kampus sesuai jangka waktu mahasiswa (wisuda) tetap mahasiswa.

UKURAN STATUS


 Pendidikan/keahlian dan pengalaman
 Kebangsawanan/keturunan
 Ekonomi
 Kehormatan

JENIS STATUS

1. Ascribed Status
Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir.
Contoh: jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.

2. Achieved Status
Achieved status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya.
Contoh: harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.

3. Assigned Status
Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat.
Contoh: seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.

ISTILAH STATUS DAN PERAN

• Symbol status: tanda-tanda yang menunjukkan status seseorang baik berbentuk fisik/mimic wajah/kata-kata. Contoh: cara berpakaian, pergaulan, cara mengisi waktu senggang, memilih tempat tinggal.
• Konflik status: pertentangan yang terjadi pada diri seseorang bila memiliki status yang lebih.
• Marginal status: ketidaksesuaian keadaan seseorang dengan status yang ia miliki. Contoh: Sarjana jadi tukang ojek.
Konsep dan hakekat KEKUASAAN, WEWENANG dan KEPEMIMPINAN
Sumber dan unsur kekuasaan
Tipe wewenang dan sifat kepemimpinan

KONSEP

Kekuasaan(power): kemampuan yang ada pada orang/kelompok untuk mempengaruhi pihak lain supaya menuruti kehendaknya baik dengan cara persuasi maupun koersif

Wewenang: kekuasaan yang diakui oleh masyarakat-HAK/ Bila kekuasaan itu melembaga dan di akui masyarakatnya/kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitime power )

Kepemimpinan: suatu kemampuan dari seseorang (leader) untuk mempengaruhi orang lain sebagai fihak yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya, sehingga mereka bertingkah-laku sebagaimana yang dikehendaki oleh pemimpin tersebut.

SUMBER kekuasaan:

o materi
o pengetahuan
o hukum
o wibawa/charisma

UNSUR kekuasaan:

o rasa takut (menimbulkan suatu kepatuhan)
o rasa cinta (menghasilkan perbuatan positif/menyenangkan semua pihak)
o kepercayaan (percaya pada penguasa-asosiatif/untuk kelanggengan suatu kekuasaan)
o pemujaan atau sugesti (tindakan penguasa dibenarkan/setidak-tidaknya dianggap benar)

TIPE wewenang:

o Wewenang resmi
o Wewenang tidak resmi
o Wewenang pribadi dan teritorial
o Wewenang terbatas dan menyeluruh
o Kharisma tradisional dan rasional

Tiga macam wewenang:

a. Wewenang kharismatik, merupakan wewenang yang dimiliki oleh seseorang karena kharisma kepribadiannya.
b. Wewenang tradisional, merupakan wewenang yang bersumber dari tradisi masyarakatnya yang berbentuk kerajaan
c. Wewenang rasional,merupakan wewenang yang berlandaskan sistem yang berlaku.

SIFAT kepemimpinan:

1. Resmi: kepemimpinan yang tersimpul di dalam suatu jabatan.
2. Tidak resmi: kepemimpinan karena pengakuan masyarakat dan kemampuan seseorang untuk menjalankan kepemimpinan.

Konsep dan sumber PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
Arah perubahan sosial budaya

KONSEP

Perubahan social (Social Change)
• Perubahan yang berkaitan dengan aspek-aspek sosial manusia dan masyarakat yang mempengaruhi system social, nilai, sikap, serta perilaku individudan kelompoknya.
• Perubahan dalam perbedaan usia, tingkat kelahiran, dan penurunan rasa kekeluargaan antar anggota masyarakat sebagai akibat terjadinya arus urbanisasi dan modernisasi.
Contoh: perkembangan ilmu pengetahuan ternyata juga berpengaruh pada perubahan ekonomi, politik, agama, dan gaya hidup manusia, Beranekanya aksesoris jilbab memancing pedagan untuk berbisnis itu.

Faktor social change:
-Internal
Invention, discovery, penafsiran baru, atau rasa tidak puas terhadap keadaan
Perubahan struktur
-Eksternal
Perang, imperialisasi, kolonisasi
Ekspansibudaya, dll

Bentuk perubahan:
-Evolusi (lambat): memerlukan waktu lama, perubahannya kecil, perubahan tidak disadari oleh masyarakat, tidak diikuti oleh konflik atau tidak menimbulkan kekerasan.
Contoh: perubahan mata pencaharian masyarakat
-Revolusi (cepat): membutuhkan waktu singkat, perubahannya besar karena menyangkut sendi-sendi pokok kehidupan, perubahan disadari/direncanakan, seringkali diikuti oleh kekerasan atau menimbulkan konflik.
Contoh: revolusi Indonesia tahun 1945, reformasi Indonesia tahun 1998, revolusi industri Perancis dan Inggris.

Sifat Perubahan Sosial
o terjadi dimana saja dan setiap lapisan masyarakat
o yang direncanakan dan tidak direncanakan.
o sering menghasilkan kontroversi, atau perubahan yang terjadi dalam suatu bidang akan selalu memunculkan bantahan dan konflik dengan paihak lain.
o beberapa perubahan memiliki nilai kepentingan lainnya.

Faktor yang Mendorong Terjadinya Perubahan Sosial
a. Ketidakpuasan terhadap sesuatu yang ada, sehingga timbul keinginan untuk mencari atau menciptakan situasi baru yang lebih baik.
b. Timbuknya ketimpangan antara hal-hal yang sekarang ada dan yang seharusnya ada dimasyarakat.
c. Timbul tekanan dari luar yang mengharuskan individu atau masyarakat untu menyesuaikan diri dengan masyarakat.

Perubahan budaya (Cultural Change)
Terjadinya perubahan pada salah satu unsur, dia tidak mempengaruhi unsur yang lain dalam masyarakat.
Perubahan fenomena kultural seperti ide, pengetahuan, pemahaman keagamaan, kratifitas budi, dan aspek estetika manusia
Contoh: kesenian , ilmu pengetahuan , teknologi, aturan-aturan hidup berorganisasi, dan filsafat. Bahasa gaul “Coy, Bro, Sist” tidak mempengaruhi unsur lain.

SUMBER
Internal “Inovasi” “Revolusi” “Konflik” “Anomi”
Eksternal:
Indonesia dijajah Belanda (peperangan)
Banjir/kebakaran (bencana alam)
Pengaruh budaya masyarkat lain (kebudayaan luar)

ARAH PERUBAHAN (terkait waktu dan tempat)

1. Linear (bertahap jangka waktu lama)
2. Siklus (berulang)
3. Dialektik (penuh konflik)
4. Center of pheripheri

Konsep dan jenis PENGENDALIAN SOSIAL
Pendekatan pengendalian sosial
Lembaga pengendalian social

KONSEP

Pengertian:
upaya untuk mewujudkan kondisiseimbang didalam masyarakat/suatu cara dan proses, baik yang terencana ataupun tak terencana, dalam upaya manusia untuk mengendalikan individu, kelompok, ataupun masyarakat untuk dapat berperilaku selaras atau sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat.

Bentuk pengendalian social:
o Gossip (orang atau lembaga yang terkena gosip akan berusaha memperbaiki tingkah lakunya, jika tidak, maka orang atau lembaga tersebut akan dicemooh, dikucilkan, dan merasa terisolir dalam kehidupan bermasyarakatnya)
o Teguran (dilakukan secara langsung kepada pelaku tindak penyimpangan agar pelaku tindak penyimpangan tersebut menyadari perbuatannya dan dapat segera menghentikan tingkah laku menyimpangnya sesuai dengan peraturan yang berlaku)
o Sanksi/hukuman (memberikan efek jera kepada pelaku penyimpangan sosial dan memberikan contoh kepada pihak lain agar tidak ikut melakukan perbuatan menyimpang (schock theraphy)
o Pendidikan dan agama (mengarahkan dan membentuk sikap mental anak didik sesuai dengan kaidah dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Pendidikan memberi pengertian akan hal yang baik dan hal yang buruk melalui pendekatan ilmiah dan logika)

JENIS

1. Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya
Berdasarkan waktu pelaksanaannya, pengendalian sosial dapat dibedakan menjadi tiga, berikut ini.
a. Tindakan preventif; yaitu tindakan yang dilakukan oleh pihak berwajib sebelum penyimpangan sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diredam atau dicegah. Pengendalian yang bersifat preventif umumnya dilakukan dengan cara melalui bimbingan, pengarahan dan ajakan. Contohnya kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait tentang bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat dari pemakaian narkoba.
b. Tindakan represif; yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan pihak berwajib pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi dapat dihentikan. Contohnya guru memberi hukuman kepada siswa yang terlambat dan tidak tertib di sekolah. Hukuman ini dimaksudkan agar tindakan penyimpangan siswa tidak berulang lagi.
c. Tindakan kuratif; tindakan ini diambil setelah terjadinya tindak penyimpangan sosial. Tindakan ini ditujukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadari kesalahannya dan mau serta mampu memperbaiki kehidupannya, sehingga di kemudian hari tidak lagi mengulangi kesalahannya. Contohnya memasukkan para pencandu narkoba ke tempat rehabilitasi untuk mendapatkan pembinaan agar para pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya kembali

2. Berdasarkan Sifatnya

a. Pengendalian internal; pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh penguasa atau pemerintah sebagai pemegang kekuasaan (the rulling class) untuk menjalankan roda pemerintahannya melalui strategi-strategi politik. Strategi-strategi politik tersebut dapat berupa aturan perundang-undangan ataupun program-program sosial lainnya.
b. Pengendalian eksternal; pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh rakyat kepada para penguasa. Hal ini dilakukan karena dirasa adanya penyimpanganpenyimpangan tertentu yang dilakukan oleh kalangan penguasa. Pengendalian sosial jenis ini dapat dilakukan melalui aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa, melalui pengawasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), atau pun melalui wakil-wakil rakyat di DPRD.

3. Berdasarkan Cara atau Perlakuan Pengendalian Sosial
a. Tindakan persuasif; yaitu tindakan pencegahan yang dilakukan dengan cara pendekatan secara damai tanpa paksaan. Bentuk pengendalian ini, misalnya berupa ajakan atau penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Contohnya seorang guru BP menasehati dan menghimbau kepada siswa untuk tidak merokok.
b. Tindakan coersif; yaitu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara pemaksaan. Dalam hal ini, bentuk pemaksaan diwujudkan dengan pemberian sanksi atau hukuman terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran sesuai dengan kadar penyimpangannya. Contohnya penertiban PKL secara paksa yang dilakukan oleh petugas Satpol PP.

4. Berdasarkan Pelaku Pengendalian Sosial

a. Pengendalian pribadi; yaitu pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (panutan). Pengaruh ini dapat bersifat baik atau pun buruk.
b. Pengendalian institusional; yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suatu institusi atau lembaga. Pola perilaku lembaga tersebut tidak hanya mengawasi para anggota lembaga itu saja, akan tetapi juga mengawasi dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sekitar lembaga tersebut berada. Misalnya kehidupan para santri di pondok pesantren akan mengikuti aturan, baik dalam hal pakaian, tutur sapa, sikap, pola pikir, pola tidur, dan sebagainya. Dalam hal ini, pengawasan dan pengaruh dari pondok pesantren tersebut tidak hanya terbatas pada para santrinya saja, namun juga kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren.
c. Pengendalian resmi; yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat. Pengendalian resmi dilakukan oleh aparat negara, seperti kepolisian, satpol PP, kejaksaan, ataupun kehakiman untuk mengawasi ketaatan warga masyarakat terhadap hukum yang telah ditetapkan.
d. Pengendalian tidak resmi; yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hukum yang tegas. Meskipun demikian, pengendalian tidak resmi juga memiliki efektivitas dalam mengawasi atau mengendalikan perilaku masyarakat. Hal ini dikarenakan sanksi yang diberikan kepada pelaku penyimpangan berupa sanksi moral dari masyarakat lain, misalnya dikucilkan atau bahkan diusir dari lingkungannya. Pengendalian tidak resmi dilakukan oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, ataupun tokoh agama yang memiliki kharisma dan dipandang sebagai panutan masyarakat.

PENDEKATAN

a. Pengendalian kelompok terhadap kelompok; misalnya anggota Kepolisian Sektor Pasanggrahan Jakarta Selatan mengawasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Pasanggrahan.
b. Pengendalian kelompok terhadap anggotanya; misalnya bapak/ibu guru di sekolah mengendalikan dan membimbing siswa/siswi yang belajar di sekolah itu.
c. Pengendalian pribadi terhadap pribadi lain; misalnya seorang ayah yang mendidik dan merawat anaknya, atau seorang kakak yang menjaga adiknya.

LEMBAGA

o Kepolisian
o Pengadilan
o Adat
Konsep dan klasifikasi MASALAH SOSIAL
Ukuran sosiologi tentang masalah sosial
Beberapa masalah sosial penting

KONSEP

Pengertian: suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Atau menghambat terpenuhinya keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut, sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial.

UKURAN SOSIOLOGI

1. Kriteria utama
Masalah social yaitu, tidak adanya persesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai social dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. Unsur-unsur yang pertama dan pokok dari masalah social adalah adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dengan kondisi-kondisi nyata kehidupan. Artinya, adanya kepincangan-kepincangan antara anggapan-anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi.
Secara sosiologis, agak sulit untuk menentukan secara mutlak sampai sejauh mana kepincangan dalam masyarakat dapat diklasifikasikan sebagai suatu problema social juga.

2. Sumber – sumber Sosial Masalah Sosial
Masalah sosial merupakan persoalan-persoalan yang timbul secara langsung dari atau bersumber langsung kondisi-kondisi maupun proses-proses sosial. Jadi sebab-sebab terpentingnya masalah social haruslah bersifat sosial. Ukurannya tidaklah semata-mata pada perwujudannya yang bersifat sosial, akan tetapi juga pada sumbernya.
Kepincangan yang disebabkan oleh gempa bumi, angin topan, meletusnya api, banjir, epidemi dan segala sesuatunya yang disebabkan oleh alam, bukan merupakan maslah sosial.
Yang pokok disini adalah bahwa akibat dari gejala-gejala tersebut, baik gejala sosial maupun bukan sosial, menyebabkan masalah sosial. Inilah yang menjadi ukuran bagi sosiologi.

3. Pihak-pihak yang Menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan masalah social atau tidak.
Ukuran diatas bersifat relative sekali. Mungkin dikatakan bahwa orang banyaklah yang harus menentukannya, atau segolongan orang yang berkuasa saja atau lain-lainnya. Dalam masyarakat merupakan gejala yang wajar jika sekelompok warga masyarakat menjadi pimpinan masyarakat tersebut. Golongan kecil tersebut mempunyai kekuasaan dan wewenang yang lebih besar dari orang lain untuk membuat serta menentukan kebijaksanaan sosial.
Dalam hal ini para sosiologi harus mempunyai hipotesis sendiri untuk kemudian diujikan pada kenyataan-kenyataan yang ada. Sikap masyarakat itu sendirilah yang menentukan apakah suatu gejala merupakan suatu problema social atau tidak.

4. Manifest social problem dan latent social problem
Sosiologi juga merupakan warga karena itu tidak mustahil, kalau penelitian-penelitiannya kadangkala tercemar oleh unsur subyektif lantaran ikatan yang begitu kuat antara dia sebagai warga dengan masyarakat.
Manifest social problem merupakan masalah sosial yang timbul sebagai akibat terjadinya kepincangan-kepincangan dalam masyarakat. Kepincangan mana dikarenakan tidak sesuainya tindakan dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat. Masyarakat pada umumnya tidak menyukai tindakan-tindakan yang menyimpang.

5. Perhatian masyarakat dan masalah social
Suatu kejadian merupakan masalah social belum tentu mendapat perhatian yang sepenuhnya dari masyarakat. Sebaliknya, suatu kejadian yang mendapat sorotan masyarakat, belum tentu merupakan masalah social.
Hal lain yang perlu pula diketahui adalah bahwa semakin jauh jarak social antara orang-orang yang kemalangan dengan orang yang mengatahui hal itu, semakin kecil pula simpati timbul dan juga semakin kecil perhatian terhadap kejadian tadi.
Suatu problema yang merupakan manifest social problem adalah kepincangan-kepincangan yang menurut keyakinan masyarakat dapat diperbaiki, dibatasi atau bahkan dihilangkan. Lain halnya dengan latent social problem yang sulit diatasi, karena walaupun masyarakat tidak menyukainya, tetapi masyarakat tidak berdaya untuk menghadapinya. Dalam mengatasi problema tersebut, sosiologi seharusnya berpegang pada perbedaan kedua macam problema tersebut yang didasarkan pada system nilai-nilai masyarakat, sosiologi seharusnya mendorong masyarakat untuk memperbaiki kepincangan-kepincangan yang diterimanya sebagai gejala abnormal yang mungkin dihilangkan (atau dibatasi).

BEBERAPA MASALAH SOSIAL

1. Kemiskinan (tidak mampu memenuhi kebutuhan primer sehingga muncul tunakarya, tuna susila dan lainnya.)
2. Kejahatan
3. Perpecahan keluarga
4. Masalah generasi muda dalam masyarakat modern (redikalisme, delinkuensi dan sebagainya) dan sikap yang apatis)
5. Peperangan
6. Pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat (pelacuran, alkoholisme, homoseksualitas)
7. Birokrasi
8. Masalah lingkungan hidup
9. Masalah kependudukan

DIMOHON KRITIK DAN SARAN DEMI SEMPURNANYA MATERI INI :D
SEMOGA BERMANFAAT :)

BY: RAIYSATUL HAYY

Baca juga: http://hayyhayy.blogspot.co.id/2015/09/coret-tentang-101-nama-nama-lain-hari.html

Thursday, April 28, 2011

33 Pahala Besar

  1. Senantiasa memakan makanan yang halal.
  2. Berpegang teguh kepada sunnah Nabi di saat rusaknya umatnya.
  3. Mencari dan membahas dalam “kitab-kitab sunah” yang shahih untuk berusaha mengamalkannya dan menghidupkannya di tengah-tengah umat, dan ia boleh mengamalkannya dengan terang-terangan di hadapan manusia agar mereka mengikutinya (bukan karena riya’).
  4. Menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu pengetahuan.
  5. Orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.
  6. Allah tidak menjadikan ilmu-Nya dan kesantunan-Nya pada kalian, kecuali Allah ingin mengampuni kalian dan tidak memperdulikan dosa-dosa kalian.
  7. Datang ke Masjid dengan niat untuk kebaikan yang akan dipelajari dan diajarkan
  8. Shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang shaleh yang mau mendo’akan orang tuanya.
  9. Orang-orang yang mau bertaubat dan mensucikan diri.
  10. Berwudhu dan menyempurnakan wudhu, lalu shalat dan memahami apa yang diucapkan dalam shalatnya.
  11. Menyempurnakan wudhu di saat yang sangat dingin, memperbanyak melangkah ke masjid, menunggu shalat setelah melakukan shalat.
  12. Beradzan hendak melakukan shalat dua raka’at dan ketika berhadast bersegera berwudhu ditempat itu.
  13. Sepuluh kebaikan bagi orang yang berwudhu sedangkan ia masih dalam keadaan suci.
  14. Mengeraskan suara Adzan.
  15. Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang shalat dibarisan depan, dan seorang mu’adzin di ma’afkan baginya sepanjang suaranya, dan dibenarkan oleh setiap yang mendengarkannya, baik dari yang “ruthab” mau pun “yabis” dan baginya pahala orang-orang yang shalat bersamanya.
  16. Para mu'adzdzin adalah orang-orang yang paling tinggi di hari kiamat.
  17. Dari Anas ra berkata: "Pernah ketika Rasulullah saw dalam perjalanan, beliau mendengar suara adzan seorang lelaki: "ALLAHU AKBAR.. ALLAHU AKBAR.. Maka Nabi saw bersabda: "itulah fitrah". Lanjutnya: "ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH.. Sabda beliau saw: "Telah keluar dari neraka". Maka orang-orang segera berdatangan kepadanya, ternyata dia adalah seorang pengembala kambing yang sedang beradzan untuk menunaikan shalat.
  18. Allah Azza wa Jalla berfirman: "Lihatlah kepada hamba-Ku ini, ia beradzan kemudian mendirikan shalat karena takut kepada-Mu, telah AKU ampuni ini, dan ia akan AKU masukkan ke dalam sorga".
  19. Jika mendengar suara mu'adzdzin, maka ucapkanlah shalawat kepada Nabi. Barangsiapa yang bershalawat untuk Nabi, maka Allah akan membalasnya sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah kepada Allah untuk Nabi. Do'a meminta wasilah : "ALLAAHUMMA RABBA HADZIHID DA'WATIT TAAMAH, WASH SHALAATILQAA-IMAH AATI MUHAMMADANIL WASIILATA WAL FADHIILAH, WAB'ATSHU MAQAAMAM MAHMUUDANIL LADZII WA'ADTAH".
  20. Membangun masjid untuk mencari keridhaan Allah, maka Allah membangun baginya sebuah rumah di sorga.
  21. Shalatnya seorang lelaki berjama'ah, akan dilipatkan pahalanya menjadi 25 derajat.
  22. Berjalan ke masjid di waktu pagi atau di waktu sore.
  23. Sungguh diberikan kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan ke masjid di waktu gelap dengan sebuah cahaya yang sempurna di hari kiamat.
  24. Salah satu golongan yang diberikan naungan oleh Allah adalah seorang lelaki yang hatinya selalu di gantungkan di masjid-masjid.
  25. Barangsiapa yang telah melakukan shalat subuh, maka dia dalam jaminan Allah.
  26. Menunaikan shalat lima waktu dengan baik.
  27. Sesungguhnya dua shalat (isya' dan shubuh) ini, merupakan shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik.
  28. Dua raka'at shalat fajar (shalat sunnah dua raka'at sebelum shalat subuh) lebih baik daripada dunia seisinya.
  29. Orang yang baik bicaranya, suka menjamin makanan dan suka shalat malam di saat manusia sedang tidur.
  30. Barangsiapa yang bangun malam kemudian membaca do'a: "LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH, LAUHUL MULKUWA LAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR, AL HAMDU LILLAH WA SUBHAANALLAH, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH".
  31. Bersedekah dengan hasil yang halal.
  32. Mempergunakan hasil ladang sepertiga untuk disedekahkan, sepertiga untuk dimakan dan sepertiga lagi untuk dikembalikan ke ladang (biaya tanaman).
  33. Berpuasa.
Baca juga: 40 Peringatan Menjelang Hari Kiamat

Thursday, April 21, 2011

Tipe manusia dalam pergaulan sehari-hari

Tipe Kedondong

Orang yang berpenampilan menarik, baik dalam berpakaian, berdandan, berbicara, makan dan minum maupun berjalan, namun penampilan itu hanyalah "polesan" lahiriah saja. Perilakunya tidak mencerminkan keadaan hati yang sebenarnya. Hatinya dikuasai sifat-sifat tak terpuji, seperti sombong, suka dendam, egois, iri, dan suka menyakiti hati orang lain. Kulit kedondong memang licin dan halus, tetapi buah kedondong terasa asam kalau dimakan.

Tipe Durian

Orang yang penampilannya tidak menarik, kasar, dan tidak mengundang simpati, namun berhati "emas". Hatinya diliputi sifat-sifat terpuji, seperti rendah hati, suka memaafkan, suka menolong, dan menghargai orang, serta tak suka menyakiti hati orang lain. Kulit durian memang tajam dan kasar, namun buah durian terasa enak kalau dimakan.

Pada dasarnya kedua tipe ini sama-sama merugikan, karena Manusia tipe"kedondong" akan dijauhi orang setelah merasakan "betapa asam" sifat-sifatnya. Manusia tipe "durian" akan memberi kesan yang tak menyenangkan, tak menarik, mengakibatkan orang lain menjauhinya, padahal sebenarnya ia memiliki andalan yang dapat melestarikan persahabatan.

Di sinilah terletak betapa pentingnya tata krama. Orang yang mengenal dan menerapkannya akan melahirkan penampilan menarik seperti kulit kedondong dan penampilan itu terpantul dari hati yang menarik seperti isi durian.

Sunday, April 3, 2011

Empat Puluh Peringatan Menjelang Hari Kiamat

1. Al Qur'an hanya dibaca
2. Orang dihormati karena hartanya
3. Belajar tidak untuk agama
4. Seseorang dimulyakan karena kejahatannya
5. Banyak orang telanjang
6. Perlombaan membangun
7. Ilmu pengetahuan semakin canggih dan agama tersisih
8. Orang mabuk terang-terangan
9. Sulit ada uang yang halal
10. Prostitusi terang-terangan
11. Mereka mengambil idola artis dan musik
12. Budaya hidup berfoya-foya dan Adat ber-disco
13. Anak-anak pandai berzina
14. Anak-anak dan Remaja lebih dekat terhadap teman daripada orang tua
15. Suami tunduk kepada istri
16. Sensus wanita lebih banyak dibanding laki-laki
17. Agama hanya KTP
18. Ulama' menimbulkan fitnah
19. Saudara tidak bisa dipercaya
20. Suara-suara fasiq lantang di Masjid
21. Penyebaran kemungkaran lebih menonjol dibanding kebaikan
22. Persoalan riba dan Ghibah merajalela
23. Hilangnya budaya salam milik umat Islam
24. Kejahatan dan Pembunuuhan merajalela
25. Mereka tidak tahu mengapa membunuh
26. Pemimpin fasiq berkeliaran
27. Banyak pemimpin tidak berwibawa
28. Umat sekarang mencela umat dahulu
29. Laki-laki memakai emas
30. Harta orang kafir dihalalkan
31. Amanah seperti harata rampasan
32. Membagi harta tanpa hitungan
33. Tidak ada orang yang menerima zakat
34. Masjid diramaikan tanpa dzikir
35. Tidak laku jual'blei di pasar
36. Orang tua dijadikan pemabantu
37. Terjadi perang besar-besaran
38. Sudah jarang hujan dan tumbuh-tumbuhan
39. Banyak terjadi bencana alam
40. Tentara muslim melumat habis bangsa yahudi

Baca juga:  101 Nama Lain Hari Kiamat

101 Nama-nama lain hari kiamat

Berikut ini 101 Nama-Nama Lain Hari Kiamat yang saya temukan setelah membaca sebuah buku pada tahun 2011 yang telah berlalu. Buku itu milik Ayah saya yang kebetulan di rumah itu sungguh banyak sekali buku-buku (yang sudah lama dan mulai usang) karena Ayah saya seorang kutu buku sejak kecil. Awalnya saya ingin mencari sesuatu untuk bisa ditulis di blog saya ini, alhasil bertemulah saya dengannya (si buku ini). Kemudian saya ketik dan publish di blog ini karena menurut saya belum banyak yang tau nama-nama lain hari kiamat (termasuk saya sendiri ketika itu). Saya pun seperti takjub membacanya (begitulah kira-kira dan menurut saya ini bagus untuk dishare). Maaf karena saya kala itu tidak terpikir untuk mencatat buku apa yang saya baca (buku Ayah saya itu), jadi beginilah adanya dari apa yang saya ketik dari buku tersebut:
  1. Yaumul Qiamah = hari kiamat
  2. Yaumul Hasrah = hari penyesalan
  3. Yaumul Nadaamah = hari menyesal
  4. Yaumul Mahaasabah = hari perhitungan
  5. Yaumul Masaa-alah = hari pertanyaan
  6. Yaumul Masaabaqah = hari perlombaan
  7. Yaumul Munaaqasyah = hari perdebatan
  8. Yaumul Munaafasah = hari perlombaan
  9. Yaumul Zilzalah = hari kegoncangan
  10. Yaumud Damdamah = hari kebinasaan
  11. Yaumush Shaa’iqah = hari halilintar
  12. Yaulul Waaqi’ah = hari kejadian yang sukar
  13. Yaumul Qaari’ah = hari peristiwa besar
  14. Yaumul Raajifah = hari bumi bergoncang
  15. Yaumur Raadifah = hari yang mengiringi kegoncangan itu
  16. Yaumul Ghaasyiyah = hari kejadian yang menyelubungi
  17. Yaumud Daahiyah = hari bala bencana
  18. Yaumul Aazifah = hari yang sudah dekat waktunya
  19. Yaumul Haaqqah = hari keadaan yang sebenarnya
  20. Yaumuth Thaammah = hari bahaya
  21. Yaumush Shaakhkhah = hari suara yang memekikkan telinga
  22. Yaumut Talaaq = hari berjumpa dengan Tuhan
  23. Yaumul Firaaq = hari perpisahan
  24. Yaumul Maasaq = hari yang dihalaukan
  25. Yaumul Qishash = hari mengambil pembelaan
  26. Yaumul Tanaad = hari panggil memanggil
  27. Yaumul Hisaab = hari perhitungan amal
  28. Yaumul Ma-aab = hari kembali
  29. Yaumul Adzaab = hari siksa
  30. Yaumul Firaar = hari lari
  31. Yaumul Qaraar = hari ketetapan
  32. Yaumul Liqa' = hari pertemuan
  33. Yaumul Baqa' = hari kekal
  34. Yaumul Qadla = hari qadla' (putusan)
  35. Yaumul Jazaa' = hari pembalasan
  36. Yaumul Balaa' = hari percobaan
  37. Yaumul Bukka' = hari tangisan
  38. Yaumul Haar = hari perkumpulan
  39. Yaumul Waa'iid = hari janji akan siksa
  40. Yaumul 'Ardl = hari datang
  41. Yaumul Wazn = hari timbangan
  42. Yaumul Haq = hari kebenaran
  43. Yaumul Hukm = hari hukuman
  44. Yaumul Fashl = hari pemisahan
  45. Yaumul Jam'i = hari berkumpul
  46. Yaumul Ba'ts = hari kebangkitan
  47. Yaumul Fath = hari kemenangan
  48. Yaumul Khizyi = hari kehinaan
  49. Yaumul Adhiim = hari yang besar kedudukannya
  50. Yaumul 'Aqiim = hari sial
  51. Yaumud 'Asiir = hari yang sukar
  52. Yaumul Diin = hari agama
  53. Yaumul Yaqiin = hari yakin
  54. Yaumun Nusyuur = hari berserak-serak
  55. Yaumul Mashiir = hari-hari tempat pengembalian
  56. Yaumun Naf-khah = hari tiupan
  57. Yaumush Shaihah = hari pekikan keras
  58. Yaumur Raj-fah = hari goncangan
  59. Yaumush Rajjah = hari bergerak-gerak
  60. Yaumuz Zaj-rah = hari menakuti
  61. Yaumush Sakrah = hari bermabukkan
  62. Yaumul Faza' = hari ketakutan
  63. Yaumul Jaza' = hari gunda gulana
  64. Yaumul Muntahaah = hari penghabisan
  65. Yaumul Ma'waa = hari tempat tinggal
  66. Yaumul Miiqat = hari tepat waktu
  67. Yaumul Mii'aad = hari tempat kembali
  68. Yaumul Mir-shaad = hari tersedia menanti
  69. Yaumul Qalaq = hari kekacauan
  70. Yaumul 'Araq = hari keringat
  71. Yaumul Iftiqaar = hari keperluan
  72. Yaumul Inkidaar = hari kekeruhan
  73. Yaumul Intisyaar = hari bertebaran
  74. Yaumul Insyiqaaq = hari terbelahnya langit
  75. Yaumul Wuquf = hari berhenti
  76. Yaumul Khuruuj = hari keluar
  77. Yaumul Khuluud = hari kekal
  78. Yaumut Yaghaabuun = hari terpedaya
  79. Yaumun 'Abuus = hari kesukaran
  80. Yaumun Ma'luum = hari yang dimaklumi
  81. Yaumun Mau'uud = hari yang sudah dijanjikan
  82. Yaumun Masy-huud = hari yang disaksikan
  83. Yaumun Laa-raiba fiih = hari yang tidak diragukan
  84. Yaumun Tublas Saraa-ir = hari yang dipercobakan segala rahasia
  85. Yaumun Laa taj-zii Nafsun 'Annafsin Syai-an = hari yang tidak akan mampu mengganti dari seorang dengan orang lain
  86. Yaumun Tasy-khashu Fiihil Bashaa-ir = hari yang memandang padanya segala mata
  87. Yaumun Laa Yugh-nii Maulan'an Maulan Syai-an = hari di mana seorang tidak mampu menolong sahabat yang lain
  88. Yaumun Yadda'uuna Alaa Naari Jahannama Da'an = hari yang ditolakkan mereka
  89. Yaumun Yas-habuuna Finnaari'alaa Wujuuhihim = hari di mana mereka mukanya akan ditarik ke dalam neraka
  90. Yaumun Taqallabu Wujuuhuhum Finnaar = hari di mana muka mereka akan ditelungkupkan ke dalam neraka
  91. Yaumun Laa yaj-zii Waalidun 'An Walaadihi = hari yang tidak akan bisa seorang ayah menolong anaknya
  92. Yaumun Yafirrul mar-u min akhii-hi wa ummihi wa-abiihi = hari di mana manusia lari terbirit-birit dari saudaranya, lari ayahnya dan ibunya
  93. Yaumun Laa yanthi quuna walaa yu'-dzanu lahum fayak-tadziruuna = hari di mana mereka tidak bercakap-cakap karena tidak diizinkan, lalu mereka minta maaf
  94. Yaumun Laa maradda lahu minallah = hari yang tidak ada penolakan dari Allah
  95. Yaumun Humbaarizuuna = hari di mana muka mereka akan didatangkan
  96. Yaumun Hum'allanna ri Yuf-tanuuna = hari yang mana mereka dicobakan ke dalam neraka
  97. Yaumun Laa yanfa-'u maalun banuuna = hari yang tidak bermanfaat akan harta dan anak-anak
  98. Yaumun Laa yaanfa'udh-dhaalimiina ma'dziratuhum walaa humulla'natu walahum suu-uddari = hari di mana tidak akan bermanfaat dalihnya orang-orang dhalim, bagi mereka suatu kutukan dan tempat yang buruk
  99. Yaumun Turaddu fiihil maa'adz-dziru wa tublassaraa-iru watadl-harudhdlamaa-iru watuk syaful-astaaru = hari di mana semua dalih ditolak, ditahan segala rahasia, ditampakkan segala isi hati dan singkap segala tirai
  100. Yaumun Takh-sya-'u fiihil Ab-shaaru watas kunul-aswaatu wayaqillu fihil-tifaatu wa tabruzul-khafiyyatu wa tadh-harul khathii-atu = hari yang pada mereka penglihatannya tetap, segala suara tenang, sedikitpun tidak mengelak, keluar segala yang tersembunyi dan nampak semua kesalahan
  101. Yaumun Yusaaqul-'ibaadu wa ma'a humul asy-haadu wayashiibush-shaqiiru wayaskarul kabiiru = hari yang semua hamba dihalau, bersama mereka anggota badan menjadi saksi, anak kecil sudah beruban dan orang tua menjadi mabuk
Jangan lupa cantumkan sumbernya jika ingin share tulisan saya ini. Hargai dan puji. Ingat! Bukan alis yang tebal. Tapi tulisan tangan saya sendiri (diketik sendiri dengan netbook sendiri). ^_^

Baca juga topik terbaru: Coret tentang 101 Nama Lain Hari Kiamat

Friday, January 28, 2011

Zikir Bersama diantara Zakar Bersama

Saya pernah diajak orang untuk ikut berzikir bersama disebuah lapangan di kota Padang. Ketika saya tanyakan padanya, “Untuk apa kita berzikir bersama?” jawabnya: “Ya, guna memohon pada Alloh agar terhindar dari bencana/musibah”. Saya jawab: “Bagus itu berzikir, karena kita memang disuruh untuk banyak berzikir pada Alloh baik pagi maupun petang, kapan dan di mana saja”. Saya katakana padanya, “Apakah Tuhan tidak murka pada kita, ibaratnya saja memasang helm ketika kepergok dengan polisi, saya pasang helm tentu polisi akan marah, karena yang saya lakukan adalah kepura-puraan bukan kesadaran yang timbul dalam diri saya untuk patuh pada aturan secara permanen. Bila datang dan banyak musibah kita baru berzikir dengan dikoak-koakkan di lapangan, kadang dengan protokoler yang ketat dihadiri pejabat-pejabat teras, rampung kasadonyo. Dicari dan diundang orang-orang elit nan pandai jo suaro rancak malantunkan zikir, kalau paralu jo tangih dibuek-buek kalau aia mato tidak keluar, air liur pun bisa digunokan mambasahi muko, tando awak urang khusuk dan paduli jo Tuhan. Paduli jo rakyat menandakan agama kito pacik arek jo ganggam taguah, menunjukkan ka urang banyak sebagai komunitas religius dan taat agama”.

Zikir berjemaahlah yang menjadi trend di nagari kita yang selalu dirundung musibah ini tak terhitung sudah berapa kali setiap tahun, mungkin dari segi biaya yang dikeluarkan sudah cukup banyak juga karena mengundang orang-orang tersohor. Mengapa musibah silih berganti juga datangnya?

Setelah saya renungkan dengan dalam dan sungguh-sungguh, saya simpulkan mungkin antara zikir bersama dengan zakar bersama (perbuatan penyalahgunaan zakar atau alat kelamin yang salah) telah terjadi perlawanan, nama Tuhan dilantunkan juga sedang maksiat mungkin diabaikan, dibiarkan terus jalan. Zikir bersama tak didengar Tuhan lagi, gelombangnya terhimpit oleh gelombang zakar bersama.

Zakar bersama terus dan tak dibendung sedangkan zikir bersama diadakan juga, maka inilah yang mencampur aduk yang hak dengan yang bathil sudah terjadi (lah bacampua cindua jo salemo, bajilemak peak). Barangkali inilah yang memicu terjadinya musibah beruntun di negeri ini, maka jika kita benar-benar kembali ke jalan Tuhan, zikir bersama tak usah dikoordinir yang penting arahkan semua tenaga untuk membendung zakar bersama dalam segala lini kehidupan masyarakat, mudah-mudahan musibah dapat terhindarkan dan azab siksa yang mengerikan tidak terjadi. Zakar bersama yang haram kita tinggalkan dan itulah esensi daripada zikir. Kita menyebut Tuhan tidak hanya semata dimulut lagi akan tetapi dengan perbuatan amal.

Mereka mengeluh menangis dan menenggadahkan tangannya kelangit berdo’a kepada Tuhan sedang yang dimakannya haram yang diminumnya haram dan dia dibesarkan dengan yang haram, bagaimanakah Tuhan akan mengabulkan permintaannya. (Al Hadist).

Zikir bersama tidak akan bermakna sekiranya zakar bersama jalan terus dan tidak dicegah dan dilarang kecuali bila negeri ini mengasaskan falsafahnya menjadi negara sekuler dan tidak berketuhanan, selama kita berfalsafah Pancasila dan dalam amal sehari-hari bertentangan dengan falsafah tersebut selama itu pula lah negeri ini akan selalu dirundung musibah bencana. Ambil pelajaranlah wahai orang-orang yang berpandangan, berakal dan bermata hati agar kita semua mendapatkan kemenangan dunia dan akhirat.

By: Mas'ud Zain

Monday, May 24, 2010

Karya Ilmiah

PENTINGNYA TATA TERTIB
DI LINGKUNGAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS


Oleh :
Raiysatul Hayy


DINAS PENDIDIKAN
KOTA PADANG
PROVINSI SUMATERA BARAT

HALAMAN PENGESAHAN

Dinyatakan diterima setelah diperiksa oleh guru pembimbing bidang studi Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang.

Judul : Pentingnya Tata tertib di Lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Nama : Raiysatul Hayy
NISN : 9924910810
Bidang studi : Bahasa Indonesia

______________________________________________Padang, ...Mei 2010

____Penulis________________________________________Mengetahui,
Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia



__( Raiysatul Hayy )_________________________________( Drs. Syahrul )__

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul Pentingnya Tata tertib di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Materi ilmiah ini mengacu pada percepatan perubahan tatanan sosial budaya dalam masyarakat modern dewasa ini yang bertujuan terjaminnya tumbuh kembang anak berupa kedisiplinan akan tata tertib di sekolah.

Penyusunan karya ilmiah ini berdasarkan pengarang yang berpengalaman ditambah dengan literatur-literatur yang dapat dipertanggungjawabkan dan masukan dari guru pembimbing.

Kami berharap karya ilmiah ini dapat memberikan pengetahuan yang berarti dan bermanfaat dalam proses penciptaan kedisiplinan dalam lingkungan sekolah.

Kami menyadari karya ilmiah ini tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun daripada pembaca sangat kami harapkan demi penyempurnaan dan perbaikan karya ilmiah ini.

Padang, ... Mei 2010

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN...........................................................................................i

KATA PENGANTAR......................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................1

A. Latar Belakang Masalah............................................................................................2
B. Rumusan Masalah......................................................................................................3
C. Tujuan Pembahasan...................................................................................................4
D. Manfaat pembahasan.................................................................................................5
E. Sistematika Penelitian................................................................................................6

BAB II LANDASAN TEORI ..........................................................................................7

1. Apa itu tata tertib?......................................................................................................8
2. Bagaimana kah jika tata tertib tersebut tidak ada?...............................................9
3. Bagaimana kah jika tata tertib tersebut dilanggar?..............................................10
4. Pentingnya tata tertib di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA)..............11
5. Apa saja bentuk tata tertib di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA)?...12
6. Kerangka Berpikir....................................................................................................13

BAB III METODE PENELITIAN

A. Dasar Penelitian ......................................................................................................14
B. Fokus Penelitian .....................................................................................................15
C. Sumber Data Penelitian .........................................................................................16
D. Alat dan Teknik Pengumpulan Data ....................................................................17
E. Objektivitas dan Keabsahan Data .........................................................................18
F. Metode Analisis Data ..............................................................................................19
G. Prosedur Penelitian ................................................................................................20

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................................21

A. Hasil Penelitian ........................................................................................................22

1. Gambaran Umum Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8..............................23
2. Keadaan Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang ....................24
3. Keadaan Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang .....................25
4. Tingkat Kedisiplinan Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang ...26

B. Pembahasan ................................................................................................................27

1. Pelaksanaan Peraturan Tata Tertib Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang
2. Kendala–Kendala Pelaksanaan Tata Tertib Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang

BAB V PENUTUP.............................................................................................................30

A. Kesimpulan .................................................................................................................31
B. Saran .............................................................................................................................32

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................33

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal di dalam kehidupan manusia. Dimana pun dan kapan pun di dunia ini terdapat pendidikan. Pendidikan juga bersifat nasional bahkan dapat pula bersifat individual. Pendidikan merupakan perbuatan atau tindakan yang diarahkan kepada manusia agar potensi-potensi yang dimiliki individu tersebut dapat ditumbuh-kembangkan secara nyata.Dengan demikian, tujuan nasional suatu pendidikan sangat dipengaruhi oleh falsafah atau pandangan hidup yang dianut oleh suatu bangsa. Juga halnya dengan pendidikan di negara Indonesia mempunyai tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 yang berbunyi:

“Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung-jawab”.

Demi mewujudkan tercapainya cita-cita tujuan Pendidikan Nasional, Tata Tertib adalah satu-satunya rambu-rambu yang harus ditaati oleh para pelajar agar selamat sampai ke tujuan memperoleh Pendidikan yang baik dan berguna untuk diri sendiri dan masyarakat luas. Apabila tata tertib itu tidak ada, maka akan menyebabkan rendahnya nilai moral di dunia pendidikan.

Jika Negara ini memiliki konstitusi, undang-undang dan peraturan perundang-undangan lainnya, maka sekolah memiliki tata tertib sekolah. Negara memiliki tata tertibnya tersendiri, yaitu yang diatur dalam UUD 1945. Dengan demikian, Negara
mempunyai suatu norma yang akan mengatur rakyatnya untuk lebih tertib demi tercapainya cita-cita hidup berbangsa dan bernegara yang harmonis. Jika tidak ada UUD 1945 tersebut, tentu Negara ini akan hancur. Dimana semua warga negara sudah berprilaku sesuai dengan keinginannya sendiri tanpa mengetahui antara HAK dan Kewajibannya. Tentu lah ini sangat tidak baik bagi bangsa ini, jika warganya bersikap sewenang-wenang tanpa aturan.

Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa tata tertib itu sangat lah penting. Apalagi menyangkut kepada tata tertib di Lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA). Jika tidak adanya tata tertib, maka dampaknya akan menimbulkan ketidakharmonisan di lingkungan sekolah. Tata tertib di sekolah akan menciptakan pribadi yang lebih disiplin dan terarah serta lebih produktif. Secara sadar tata tertib yang ada akan menanamkan nilai moral dan agama untuk dapat diterapkan dalam kepribadian siswa di sekolah.Setiap aturan yang dibuat pastinya akan ada kasus-kasus seperti pelanggaran-pelanggaran. Tata tertib yang dibuat ternyata secara sadar pun masih terdapat beberapa pelanggaran. Ini mencerminkan belum adanya tingkat kesadaran akan aturan-aturan yang telah dibuat. Dampaknya tentu akan menimbulkan kekacauan dan bahkan lebih kepada menyebabkan sekolah-sekolah menjadi tidak beraturan dan rendahnya kualitas dari sekolah tersebut.

Di sini kita akan membahas dengan tujuan memberi manfaat untuk tercapainya cita-cita Pendidikan Nasional serta menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus memotivasi kita untuk menyadari betapa pentingnya sebuah tata tertib di sekolah. Dengan ini kita dapat menyadari bahwa nasib negara kita ini tergantung pada generasi muda saat sekarang ini.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka masalah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Apa itu tata tertib?
2. Bagaimana kah jika tata tertib tersebut tidak ada?
3. Pentingnya tata tertib di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA)
4. Apa saja bentuk tata tertib di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA)?

C. Tujuan Pembahasan

* Tata tertib sekolah dapat menciptakan disiplin dan orientasi akadmis warga sekolah pada khususnya, dan meningkatkan capaian sekolah pada umumnya.
* Dengan tata tertib sekolah, warga sekolah diharapkan dapat mengembangkan pola sikap dan perilaku yang lebih disiplin dan produktif.
* Dengan tata tertib tersebut, warga sekolah memiliki pedoman dan acuan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam melaksanakan kebijakan, program, dan kegiatan sekolah.
* Menciptakan kehidupan sekolah yang kondusif.
* Untuk mengetahui pelaksanaan tata tertib sekolah saat ini di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA).
* Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah demi terlaksananya tata tertib di sekolah.
* Untuk mengetahui mengapa tata tertib itu dianggap penting.
* Untuk mengetahui bentuk-bentuk tata tertib yang ada di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA).
* Menjadikan siswa lebih patuh pada tata tertib yang ada.
* Menjadikan siswa berdisiplin tinggi.

D. Manfaat Pembahasan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara akademis atau teoritis dan manfaat praktis antara lain:

1. Manfaat Akademis

Untuk memperoleh bahan yang diperlukan dalam penulisan karya ilmiah, serta pengembangan di bidang pendidikan terutama dalam bidang studi Bahasa Indonesia.

2. Manfaat praktis

Secara praktis hasil pembahasan ini dapat memberikan masukan dalam melaksanakan bimbingan kepada siswa Sekolah Menengah Atas, untuk meningkatkan kesadaran dan mematuhi peraturan atau tata tertib sekolah serta melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari khususnya di sekolah.

E. Sistematika Penelitian

Penyusunan laporan penelitian ini dibagi dalam tiga bagian dengan sitematika sebagai berikut :

1. Bagian awal memuat halaman judul, halaman pengesahan, persetujuan, pernyataan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel dan daftar lampiran.

2. Bagian naskah terdiri dari lima bab sebagai berikut :

Bab I : Pendahuluan, mernuat secara ringkas tentang Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Masalah, Manfaat Pembahasan, dan Sistematika Penelitian.
Bab II : Landasan teori.
Bab III : Metode penelitian.
Bab IV : Hasil penelitian dan pembahasan
Bab V : Penutup. Kesimpulan dan saran.

3. Bagian akhir. Bagian ini memuat 2 (dua) hal pokok, yaitu:

a. Daftar Pustaka
b. Lampiran-lampiran

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pengertian Tata Tertib

Tata tertib merupakan kosakata yang terbentuk dengan mengunakan imbuhan-imbuhan baru, pada awalnya tata tertib berasal dari dua kata, yaitu kata “tata” yang artinya susunan, peletakan, pemasangan, atau bisa disebut juga sebagai ilmu, contohnya, tata boga, tata graham, dan lain sebagainya. Dan kata yang kedua adalah kata “tertib” yang artinya teratur, tidak acak-acakan, rapih. Dalam kosakata bahasa Indonesia kata “tata tertib” mempunyai pengertian yang baru, tapi masih aa keterkaitan dengan arti dari kedua kata tersebut, jadi kosakata tata tertib artinya adalah sebuah aturan yang dibuat secara tersusun dan teratur, serta saling berurutan, denga tujuan semua orang yang melaksanakan peratauran ini melakukannya sesuai dengan urutan-urutan yang telah dibuat.

B. Bagaimana kah jika tata tertib tersebut tidak ada?

Tata tertib dibuat demi kelancaran PBM (Proses Belajar Mengajar). Dengan adanya tata tertib, maka PBM akan berjalan dengan lancar. Hal tersebut butuh sebuah kerjasama dari warga sekolah tersebut. Jika tidak ada, maka kelancaran tersebut tidak dapat tercapai. Bagaimanakah jika tidak ada tata tertib itu? Tentu akan menimbulkan beberapa permasalahan di ruang lingkup sekolah.

Pada lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) jika tidak ada tata tertib, maka kehidupan sekolah tersebut tidak akan kondusif dan tidak tercapainya tujuan sekolah pada umumnya.Terganggunya PBM merupakan salah satu dampak dari tidak adanya tata tertib. Sebagai contoh kasus-kasus pelanggaran yang ada di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA), sebagai berikut :

* Banyaknya siswa yang datang terlambat ketika PBM sudah berlangsung.
* Adanya siswa yang keluar ruangan kelas pada saat guru yang mengajar belum datang saat PBM berlangsung.
* Masih terdapatnya siswa-siswi yang kurang mematuhi aturan sekolah seperti kelengkapan atribut sekolah.
* Siswa-siswi kurang menghargai guru.
* Merusak sarana dan prasarana yang ada di sekolah, dsb.

Adapun faktor yang menyebabkan pelanggaran siswa antara lain :

1. Masalah keluarga.
2. Faktor teman sebaya dan lingkungan
3. Adanya pengaruh dari media massa serta adanya faktor lain yang yang bisa datang dari dalam dirinya sendiri.

C. Pentingnya tata tertib di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dalam pembentukan, pembinaan dan pengembangan kedisiplinan, setiap sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bersifat formal, negeri maupun swasta perlu mempunyai aturan atau tata tertib. Seperti yang banyak kita temukan saat sekarang ini menyangkut kepada hal-hal yang berkaitan dengan tata tertib sekolah. Adanya tata tertib akan menciptakan disiplin dan orientasi akadmis warga sekolah pada khususnya, dan meningkatkan capaian sekolah pada umumnya. Apabila di lingkungan sekolah tidak memiliki tata tertib, sekolah tersebut belum bisa memberikan pendidikan moral kepada pelajarnya. Moral sangat lah penting untuk siswa agar para pelajar dapat lebih disiplin dan tidak sewenang-wenang. Dengan adanya tata tertib, maka akan menumbuhkan nilai-nilai moral pada siswa. Di SMA banyak terjadi kasus-kasus pelanggaran yang terjadi karena kurangnya pendidikan moral pada siswa.

Peranan tata tertib di sekolah adalah mengatur kehidupan para pelajar baik yang bersifat kurikuler maupun ekstra kurikuler. Dalam kenyataan sehari-hari masih banyak diantara para pelajar yang melanggar tata tertib sekolah. Maka penting lah tata tertib tersebut dibuat agar tidak adanya pelanggaran yang terjadi.

D. Apa saja bentuk tata tertib di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA).?

Contohnya dapat kita lihat pada Tata tertib di lingkungan SMA Negeri 8 Padang. Tata tertib ini berlaku untuk setiap siswa.

Dimana tata tertibnya adalah :

(a). Umum

* Bertanggungjawab menjaga nama baik sekolah.
* Wajib menghormati orang tua, guru dan anggota masyarakat lainnya.
* Dilarang menonton film-film dan bacaan porno dan menonton televisi yang tidak sesuai dengan jangkauan sebagai seorang pelajar.
* Tidak dibenarkan merokok, meminum-minuman keras atau minum yang memabukkan di sekolah maupun di luar sekolah.
* Dilarang berkelahi, berjudi, serta merayakan ulang tahun yang sifatnya merusak. Seperti : Lempar telur pakai tepung, tanah, pasir, air dan lain-lain di sekolah.

(b). Pakaian dan Tata tertib

* Selama jam-jam sekolah dan upacara sekolah setiap siswa diwajibkan memakai seragam sekolah yang telah diberi lambang sekolah.
* Seragam harus memiliki atribut yang lengkap.
* Bagi siswa laki-laki bajunya harus dimasukkan ke dalam celana, serta memakai ikat pinggang.
* Bagi siswa perempuan memakai jilbab dan tidak dibenarkan memakai baju seragam yang pendek.
* Untuk hari senin siswa memakai baju putih abu-abu, hari rabu dan sabtu memakai baju batik, hari jum'at memakai baju muslim dan hari kamis memakai baju pramuka.
* Memakai sepatu berwarna hitam dan kaus kaki putih, kecuali siswa yang kakinya sakit. Pada hari kamis memakai kaus kaki hitam.
* Tata rias rambut untuk siswa pria harus rapi, tidak boleh menutupi sebagian atau seluruh telinga (jambrid), cat, jelly dan juga tidak boleh sampai kekerah/ leher baju serta disisir dengan rapi.
* Bagi siswa wanita tidak dibenarkan memakai pakaian dan perhiasan berlebih, bersolek berlebihan, berkutek, bercalak, berkuku panjang dan memakai sepatu yang tidak wajar untuk seorang pelajar.
* Tidak boleh membawa HP kamera.
* Tidak boleh membawa uang yang berlebihan.
* Dilarang membawa senjata tajam, kecuali pada waktu-waktu tertentu untuk keperluan yang berhubungan dengan pelajaran.

(c). Masuk sekolah

* Harus berada di pekarangan sekolah sekurang-kurangnya lima menit sebelum lonceng masuk berbunyi.
* Semua siswa harus masuk ke kelas ketika bel masuk berbunyi.
* Tidak dibenarkan meninggalkan ruangan belajar, kecuali seizin guru yang mengajar pada jam sebelumnya.
* Siswa yang datang terlambat +/- 10 menit tidak dibenarkan mengikuti pelajaran sebelum mendapat izin dari guru piket sekolah atau guru yang sedang mengajar di kelas.

(d). Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung

* Sebelum guru datang, Ketua/ Wakil Ketua/ Piket Kelas harus menyediakan alat-alat pelajaran.
* Sebelum pelajaran dimulai siswa berdo'a bersama-sama menurut keperayaan masing-masing.
* Berbahasa Indonesia dengan baik.
* Menjaga ketertiban, ketentraman dan ketenangan kelasnya masing-masing.
* Tidak dibenarkan mondar-mandir di atas teras sekolah, meniggalkan kelas, dan keluar pekarangan sekolah.
* Selama PBM (Proses Belajar Mengajar) berlangsung tidak dibenarkan bermain dan meribut.
* Diwajibkan melaksanakan sholat pada waktu jam sholat (bagi yang beragama islam).
* Tidak dibenarkan memasuki kantor Kepala Sekolah, Tata Usaha, Ruang Guru, kecuali jika ada keperluan setelah mendapat izin.

(e). Meninggalkan sekolah

* Dilarang meninggalkan sekolah sama sekali tanpa izin.
* Siswa yang meninggalkan sekolah untuk sebahagian jam pelajaran atau untuk keseluruhan jam pelajaran pada satu hari karena sakit atau sesuatu halangan penting, harus mendapat izin dari guru piket, Wali Kelas atau Wakil Kepala Sekolah.
* Siswa yang sakit harus membuat surat dan ditandatangani oleh orang tua/ wali yang bertanggungjawab atas sekolah siswa yang bersangkutan.
* Siswa yang meninggalkan sekolah 3 hari berturut-turut tanpa izin akan dipanggil untuk memberikan penjelasan.
* Siswa yang meninggalkan sekolah 3 hari berturut-turut atau lebih, setelah dipanggil orang tuanya tiga kali berturut-turut tapi tidak memenuhi panggilan, maka anaknya dipertimbangkan untul dikembalikan kepada orang tuanya / diberhentikan.

(f). Tugas dan kewajiban

* Diwajibkan menjaga keselamatan, kebersihan gedung, perkarangan (halaman) sekolah serta alat-alat perlengkapan lainnya.
* Memelihara keselamatan, kebersihan dan kerapian buku-buku serta alat-alat pelajaran lainnya, baik milik pribadi maupun milik sekolah.
* Pembayaran iuran Komite paling lambat tanggal 10 pada setiap bulannya.

(g). Pergaulan dan Kesopanan

* Bergaul sesamanya, saling menghargai dan hormat-menghormati.
* Dilarang berpacaran / berdua-duaan.
* Mengenal nama guru yang ada di SMA Negeri 8 Padang.

(h). Hukuman

Denda :

1. Terlambat memberikan 1 batu bata
2. Absen memberikan 2 batu bata
3. Cabut memberikan 3 batu bata
4. Tidak ikut upacara memberikan 3 batu bata
5. Melanggar Tata tertib berpakaian memberikan 2 batu bata
6. Membuat onar memberikan 5 batu bata dan dilanjutkan ke BK / Walas.

Jenis pembinaan yang diberikan :

1. Nasehat.
2. Teguran / Denda.
3. Dipanggil orang tua / wali.
4. Diskor untuk jangka waktu yang ditentukan.
5. Dikembalikan kepada orang tua.

E. Kerangka Berpikir

BAB III METODE PENELITIAN

A. Dasar Penelitian

B. Fokus Penelitian

Fokus kepada pola tingkah laku warga di lngkungan SMA dan kejadian yang ada.

C. Sumber Data Penelitian

Melalui media dan argument dari beberapa pihak objek yang diteliti.

D. Alat dan Teknik Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara (interviu) dan dokumentasi.

a. Observasi

Dalam penelitian ini, observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistemik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa,sehingga peneliti berada bersama objek yang diselidiki, disebut observasi langsung. Sedangkan observasi tidak langsung adalah pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya peristiwa tersebut diamati melalui film, rangkaian slide atau rangkaian foto. Berkaitan dengan jenis observasi yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi secara langsung dan tidak langsung yaitu di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang.

b. Wawancara (Interview)

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu wawancara yang mengajak pertanyaan – pertanyaan dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2002:135). Wawancara merupakan data informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan lisan, untuk dijawab secara lisan pula. Penelitian ini menggunakan alat pengumpul data berupa pedoman atau instrumen wawancara yaitu berbentuk pertanyaan yang diajukan kepada subjek penelitian. Sedangkan wawancara yang diterapkan adalah wawancara berstruktur. Wawancara berstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci. Selain itu wawancara dilakukan melalui wawancara tak berstruktur yaitu wawancara dilakukan secara informal, dimana pertanyaan tentang pandangan sikap, keyakinan subjek atau tentang keterangan lainnya yang berkaitan dengan Pentingnya Tata Tertib di LingkunganSekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang yang diajukan secara bebas kepada subjek penelitian. Di samping itu wawancara ini dapat dikembangkan apabila diperlukan untuk melengkapi data – data yang masih kurang. Kelebihan tersebut wawancara tak berstruktur antara lain:

1). Memungkinkan peneliti untuk mendapatkan keterangan dengan lebih cepat.
2). Ada keyakinan bahwa penafsiran responden terhadap pertanyaan yang diajukan adalah tepat.
3). Sifatnya lebih luas.
4). Pembatasan – pembatasan dapat dilakukan secara langsung, apabila jawaban yang diberikan melewati batas ruang lingkup masalah yang diteliti.
5). Kebenaran jawaban dapat diperiksa secara langsung.

Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa wawancara adalah untuk mendapatkan gambaran yang sejelas – jelasnya dan informasi yang selengkap – lengkapnya. Melalui wawancara ini diharapkan peneliti mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan tata tertib sekolah sebagai sarana pendidikan moral di LingkunganSekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang.

c. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu metode yang digunakan untuk mencari data mengenai hal – hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, surat, lengger, agenda dan sebagainya.

E. Objektivitas dan Keabsahan Data

1. Objektivitas Data

Objektivitas terhadap keabsahan data merupakan salah satu bagian yang penting di dalam penelitian kualitatif deskriptif, untuk mengetahui derajat kepercayaan dari hasil penelitian yang dilakukan. Apabila peneliti melaksanakan objektivitas terhadap keabsahaan data secara cermat dengan teknik yang tepat dapat diperoleh hasil penelitian yang benar – benar dapat dipertanggungjawabkan dari berbagai segi.

2. Keabsahan Data

Keabsahan data diterapkan dalam rangka membuktikan kebenaran temuan hasil penelitian dengan kenyataan di lapangan. Lincoln dan Guba (Moleong, 2002:175) untuk memeriksa data pada penelitian kualitatif deskriptif antara lain digunakan taraf kepercayaan data (Credibility). Teknik yang digunakan untuk melacak Credibility dalam penelitian ini yaitu Teknik Triangulasi (Triangulation). Teknik Triangulasi adalah teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong, 2002:178). Teknik Triangulasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan metode artinya bahwa teknik pemeriksaan dengan membandingkan atau mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda (Moleong, 2002:178). Teknik Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi yang memanfaatkan penggunaan sumber dan metode yaitu pemeriksaan keabsahaan data dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara dan dokumentasi serta dengan pengecekan penemuan hasil penelitian. Dari beberapa teknik triangulasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Triangulasi dengan memanfaatkan sumber berarti membandingkan dan mengecek bahwa derajat kepercayaan sesuatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. Hal ini dicapai dengan jalan:

1). Membandingkan data hasil wawancara.
2). Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.
3). Membandingkan apa yang dikatakan orang – orang tentang situasi penelitian dengan yang dikatakan sepanjang waktu.
4). Membandingkan keadaan pada perspektif seseorang dengan berbagai pendapat orang lain.
5). Membandingkan hasil wawancara dengan isi sesuatu dokumen yang berkaitan.

b. Triangulasi dengan metode terdapat dua strategi yaitu:

1). Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian dengan beberapa teknik pengumpulan data.
2). Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dan metode yang sama.
Dengan menggunakan kedua teknik triangulasi di atas akan dapat diperoleh hasil penelitian yang benar – benar sahih, karena kedua teknik triangulasi di atas sangat sesuai dengan penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif.

F. Metode Analisis Data

1. Tinjauan Metode Analisis Data

Patton (Hasan, 2002:97) mengemukakan analisis data adalah proses mengatur urutan data mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Sedangkan Bogdan dan Taylor (Hasan, 2002:97) mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha formal untuk menemukan tema dan merumusakan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis itu. Moleong (2002) menyatakan bahwa yang dimaksud analisis data adalah proses mengorganisasikan dan menGurutkan data ke dalam pola, kategori satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dirumusakan hipotesis kerja seperti yang dirumuskan data.

2. Bentuk dan Cara Melakukan Analisis Data

Pada prinsipnya analisis data ada dua cara yaitu analisis statistik dan analisis non statistik, hal ini tergantung pada datanya. Adapun analisis data non statistik, yang disebut juga sebagai analisis kualitatif deskriptif yaitu analisis yang tidak menggunakan model matematik, model statistik dan ekonometrik atau model – model tertentu lainnya. Analisis data dilakukan terbatas pada teknik pengolahan datanya, seperti pada pengecekan data dan tabulasi, dalam hal ini sekedar membaca tabel – tabel, grafik – grafik atau angka – angka yang tersedia kemudian melakukan uraian dan penafsiran (Hasan, 2002:98).

Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif non statistik, dimana komponen reduksi data, dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data setelah data terkumpul maka, tiga komponen analisis (reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan) berinteraksi. Ini untuk menjawab permasalahan pertama dari penelitian.

Langkah – langkah analisis kualitatif deskriptif adalah sebagai berikut:

a. Pengumpulan data

Pengumpulan data ialah mencari, mencatat dan mengumpulkan semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan yaitu pencatatan data yang diperlukan terhadap berbagai jenis data dan berbagai bentuk data yang ada di lapangan yang diturunkan peneliti serta melakukan pencatatan di lapangan.

b. Reduksi data

Data yang telah terkumpul dipilih dan dikelompokkan berdasarkan data yang mirip atau sama. Kemudian data ini diorganisasikan untuk mendapatkan kesimpulan data sebagai bahan penyajian data. Penyusunan data dilakukan dengan pertimbangan penyusunan data sebagai berikut:

1). Hanya memasukan data yang penting dan benar – benar dibutuhkan.
2). Hanya memasukan data yang benar – benar objektif.
3). Hanya memasukan data yang autentik.
4). Membedakan antara data informasi dengan pesan pribadi responden (Rachman, 1999:103).

c. Penyajian data

Setelah diorganisasikan, selanjutnya data disajikan dalam uraian – uraian naratif disertai dengan bagan atau tabel untuk memperjelas penyajian data.

d. Penarikan kesimpulan atau verifikasi

Setelah data disajikan, maka dilakukan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk lebih jelasnya proses pengumpulan data,reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi, serta interaksi dari ketiga komponen dapat dilihat pada gambar 4 sebagai berikut:

G. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang ditempuh dalam penelitian ini meliputi tiga tahapan yaitu:

1. Tahap pembuatan rancangan

Tahap ini merupakan langkah awal dan pertama peneliti mempersiapkan segala macam yang dibutuhkan sebelum memasuki tahapselanjutnya terjun dalam kegiatan penelitian. Pada tahap ini peneliti melaksanakan beberapa alur yaitu memilih masalah, studi pendahuluan, merumuskan masalah, memilih pendekatan, menemukan variabel dan sumber data serta menentukan dan menyusun instrumen.

2. Tahap pelaksanaan penelitian

Peneliti melaksanakan penelitian, dengan melaksanakan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pencatatan. Kemudian melaksanakan analisis data dengan semua data yang telah diperoleh di lapangan dianalisis dan dicek atau diperiksa kebenarannya menggunakan teknik triangulasi.

3. Tahap penyusunan laporan

Kegiatan penelitian menuntut agar hasilnya disusun, ditulis dalam bentuk laporan penelitian agar hasilnya diketahui orang lain, serta prosedurnya pun diketahui orang lain pula sehingga dapat mengecek kebenaran pekerjaan penelitian tersebut.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 pada umumnya memiliki peraturan yang memadai dan terarah, namun masih terdapatnya kasus-kasus pelanggaran. Ini disebabkan kurang disiplinnya para siswa.

2. Keadaan Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang

Keadaan siswanya pada umumnya banyak yang tidak mematuhi peraturan dan tata tertib yang ada. Masih banyak siswa yang terlambat dan berkeliaran di jam-jam pelajaran sedang berlangsung.

3. Keadaan Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang

Keadaan guru di SMA Negeri 8 masih adanya guru yang kurang memperhatikan siswa dan tidak disiplin waktu. Adakalanya guru-guru masih banyak yang terlambat datang ke sekolah dan tidak ada pada saat PBM berlangsung.

4. Tingkat Kedisiplinan Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang

Tingkat kedisiplinan siswa belum tampak, karena masih banyak siswa yang terlambat dan tidak patuh pada peraturan.

B. Pembahasan

1. Pelaksanaan Peraturan Tata Tertib Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang

Pelaksanaan peraturan masih belum berlangsung dengan baik. Adanya siswa yang makan di kantin saat tidak adanya guru di kelas dan guru kurang memperhatikannya. Terkadang ketika masih ada guru yang mengajar, siswa permisi ke luar untuk alasan ke wc padahal siswa tersebut pergi ke kantin untuk nongkrong dan membeli makanan. Namun, tata tertib masih ada yang berlangsung baik seperti : Siswa yang terlambat pada hari senin dan jum'at akan diberdirikan di depan gerbang sekolah dan pintu gerbang dikunci. Pintu gerbang akan dibuka setelah upacara / kultum selesai.

2. Kendala–Kendala Pelaksanaan Tata Tertib Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Padang

Kendala yang ada adalah ...

Bab V PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Tata tertib di Lingkungan Sekolah Mengengah Atas belum dapat dilaksanakan dengan baik. Masih adanya kasus-kasus pelanggaran yang terjadi dan kurangnya kesadaran dari siswa mengenai peraturan yang telah dilaksanakan.

B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar pendidik dan orang tua dapat menjalin kerjasama dalam memberikan contoh dan membimbing siswa untuk meningkatkan kedisiplinan dan mentaati peraturan yang ada di sekolah dengan sadar dan bertanggung jawab.

DAFTAR PUSTAKA

...

Baca juga: 101 Nama-Nama Lain Hari Kiamat
Thank you for coming this blog :)